• rsu_nuraini@yahoo.com
  • 081360654283

Artikel

Beranda Artikel

  • Jumat, 30 Desember 2022
  • | 419x

Demam Berdarah

Demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi masalah untuk kebanyakan masyarakat Indonesia. Kekhawatiran akan terjangkitnya penyakit yang berasal dari gigitan nyamuk ini semakin bertambah saat musim penghujan tiba. Deteksi dini dan penanganan yang terlambat mengakibatkan meningkatnya kasus yang berakhir dengan kematian.

Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit demam serius yang ditularkan oleh nyamuk betina Aedes aegypti yang menyerang sistem peredaran darah manusia. Oleh karena itu, penyakit ini bisa menjadi lebih serius jika seseorang tidak segera mendapat penanganan yang tepat. Perawatan terlambat hanya akan memperbesar risiko dampak buruk hingga kematian.

Demam berdarah dengue bisa menjangkiti seseorang yang telah mendapat gigitan dari nyamuk betina Aedes aegypti. Nyamuk tersebut membawa virus pemicu yang berasal dari keluarga Flaviviridae, dengan empat jenis virus yang dikenal dengan serotipe (DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4).

Serotipe tersebut bisa masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk. Virus kemudian mengambil alih mekanisme sel-sel tubuh seseorang. Serotipe demam berdarah dengue bekerja dengan membentuk komponen protein baru untuk memperbanyak diri.

Setelah itu, komponen baru dari virus yang telah bertambah jumlahnya akan dilepaskan ke sistem sirkulasi darah, dan menyebar ke seluruh bagian tubuh. Ini adalah awal mula terjadinya berbagai gejala yang akan dirasakan penderita demam berdarah dengue.

 

Ciri – Ciri Nyamuk Demam Berdarah

Nyamuk dapat dibedakan dari jenis nyamuk lainnya berdasarkan warna tubuhnya yang hitam dan khas. Keunikan dari nyamuk ini adalah pola terang dan gelap di perut dan dadanya, serta di bagian kaki.

Ciri-ciri lain dari nyamuk demam berdarah adalah kebiasaannya bertelur. Mereka biasanya menaruh telurnya di wadah berisi air di sekitaran rumah. Termasuk di tempat-tempat yang tidak terpakai seperti bekas botol, ban hingga sampah lain yang bisa menampung air.

Selain itu, ciri-ciri nyamuk demam berdarah yang tidak boleh kamu anggap remeh adalah masa hidupnya yang panjang karena biasanya nyamuk ini beristirahat di tempat gelap (mulai dari lemari, kolong tempat tidur hingga di balik tirai) sehingga jauh dari predator.

 

Gejala dan Ciri-Ciri Demam Berdarah Dengue

Virus DENV yang dibawa nyamuk betina memiliki masa inkubasi seminggu. Periode inilah waktu seseorang merasakan gejala-gejala yang membuat tubuh tidak nyaman.

Menurut Kementerian Kesehatan, gejala yang paling umum dari DBD adalah demam tinggi sepanjang hari.

Tidak seperti demam biasa, suhu badan yang terus naik akan disertai beberapa rasa nyeri pada sejumlah bagian tubuh, terutama kepala dan punggung.

Dalam beberapa kasus, ada sejumlah tanda-tanda yang muncul berupa nyeri ulu hati. Selain itu, gejala umum yang bisa dirasakan seorang penderita demam berdarah dengue (DBD) adalah:

  • Mual dan muntah
  • Nyeri otot, sendi, dan tulang
  • Nyeri pada bagian belakang mata
  • Pembengkakan kelenjar
  • DBD munculkan bintik merah atau ruam di kulit

Ruam dan bintik demam berdarah berwarna merah cerah dan biasanya muncul pertama kali pada tungkai bawah dan dada. Bintik demam berdarah ini biasanya muncul di hari ketiga kamu terinfeksi dan bertahan selama 2 hingga 3 hari setelahnya.

Fase demam terjadi selama 2-7 hari, sementara fase kritis demam berdarah berlangsung selama 24-48 jam setelahnya. Jika fase kritis sudah dilewati, maka kamu akan masuk ke fase sembuh dan pemulihan.

 

Cara Mencegah DBD

Baik WHO maupun Kemenkes RI sendiri telah memaparkan bahwa belum ada pengobatan yang efektif untuk proses penyembuhan DBD.

Untuk itu, perlu adanya pencegahan agar kamu tidak terjangkit virus DENV dari nyamuk yang berasal dari genus Aedes itu.

Kemenkes RI telah menggencarkan kampanye 3M Plus sebagai langkah pencegahan demam berdarah dengue, yaitu:

  • Menguras: membersihkan tempat atau wadah penampungan air, seperti ember, bak mandi, dan tempat air minum.
  • Menutup: tidak membiarkan terbuka tempat-tempat penampungan air, seperti kendi, toren air, dan drum.
  • Memanfaatkan kembali: menggunakan kembali barang-barang yang berpotensi menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk.

Adapun ‘Plus’ pada gerakan 3M Plus adalah:

  • Menaburkan bubuk larvasida di tempat penampungan air yang tidak mudah untuk dibersihkan.
  • Menggunakan obat nyamuk untuk pencegahan gigitan atau penularan dari Aedes aegypti.
  • Menggunakan kelambu di kamar atau tempat tidur.
  • Menanam tanaman pengusir nyamuk seperti lavender dan geranium.
  • Memelihara ikan yang dapat memangsa jentik nyamuk.
  • Mengubah kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang dapat menjadi tempat berkembangbiak nyamuk.
  • Mengatur ventilasi dan cahaya dalam rumah
Bagikan